Wisata Di Donggala Yang Lagi Tenar

Wisata Di Donggala Yang Lagi Tenar

imagineair – Kabupaten Tongara adalah salah satu wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibukota daerah dan pusat pemerintahan terletak di Kecamatan Banawa. Area tersebut mencakup area seluas 5.275,69 kilometer persegi, dan jumlah penduduk pada tahun 2020 adalah 304.110. Donggala merupakan kabupaten terbesar ketujuh, wilayah terpadat keempat, dan terpadat keempat di Provinsi Sulawesi Tengah. Kabupaten Tongara terdiri dari 16 kecamatan dan 166 desa / kecamatan. Donggala mengitari kota Palu, dengan Parigi Moutong di timur, Tolitoli di utara serta timur laut, Sigi di selatan serta Sigi di barat, berbatasan dengan Sulawesi Barat di barat energi.

Donggala merupakan salah satu daerah di Sulawesi Tengah yang keindahannya tidak kalah dengan kota lainnya. Tongara memiliki beragam tempat wisata alam yang indah, mulai dari pantai hingga atraksi budaya lainnya. Jika Anda ingin merencanakan liburan, maka jangan lewatkan beberapa tempat wisata di Kabupaten Donggala. Tempat wisata apa saja yang bisa dikunjungi?Mari kita simak bersama tentang macam macam wisata yang ada di Donggala ini yang lagi nge trend.

Wisata Di Donggala Yang Lagi Tenar

1. Pantai Taman Ria

Pantai Taman Ria
Kabar Sulteng Bangkit

Jika anda berkunjung ke Palu, salah satu tempat wisata yang biasanya ditawarkan guide dari sore hingga malam hari adalah Taman Ria yang terletak di Kabupaten Palu Barat. Dibandingkan dengan objek wisata yang terdapat di bagian lain Tanah Air, tempat darmawisata yang menghampar sekitar satu kilometer di bibir pantai ini memang memiliki keindahan tersendiri.

Di tempat ini pengunjung bisa mengagumi pemandangan alam Teluk Palu yang dihiasi dengan perahu nelayan nelayan yang sedang mencari ikan atau memancing di laut hingga bangkainya tenggelam hingga ke dada. Teknologi tomografi Palu yang dikelilingi perbukitan yang luas kemudian bertemu dengan pegunungan yang menjulang tinggi, yang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Khusus pada malam hari, berbagai bangunan umum, fasilitas hotel dan lampu-lampu Jembatan Teluk Palu dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada awal Mei 2006 dan menjadi “simbol” ibu kota Sulawesi di bagian tengah Provinsi Barat. Indahnya mata.

Jika ingin mencicipi minuman dan jajanan, pengunjung juga bisa memesan dari pengelola warung makan yang terbentang di sejauh tanggul pengaman Teluk Palu. Terdapat kopi dan teh panas, Sarabba (minuman dari air rebusan jahe dengan susu cair dan sedikit santan), dan aneka minuman kaleng. Ada juga pisang goreng panas dan “Pisang Gepe” (pisang setengah matang, diperas dan disangrai, lalu dipotong-potong, dituangi gula merah cair), atau telur rebus rebus yang dilapisi mi instan.

Harga minuman dan jajanan tidak terlalu mahal dan bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Namun, jika ingin lebih menikmati makanan dan minuman yang “wah”, terdapat restoran yang cukup besar di lokasi resor wisata ini yang membentang hingga ke laut. Di sini, Anda dapat memesan berbagai “seafood” yang segar dan baru disiapkan, serta berbagai minuman jus atau minuman kaleng / botol. Pihak pengelola juga menyediakan fasilitas hiburan berupa musik elektronik, diiringi penyanyi wanita cantik, dan wisatawan bisa ikut serta dalam kreasi lagu. Restoran ini terdiri dari bangunan panggung, dan biasanya hanya orang-orang kaya yang bisa pergi, karena makanan dan minuman yang dijualnya sangat mahal.

2. Jembatan Ponulele

Jembatan Ponulele
Grid.ID

Meski baru diresmikan pada 2006, jembatan ini menjadi simbol Kota Palu. Jembatan Ponulele adalah jembatan lengkung pertama di Indonesia yang berwarna kuning memanjang hingga Teluk Talise di desa Besusu dan Lere. Karena warnanya yang unik, sebagian warga juga menyebutnya Jembatan Kuning.

Banyak turis yang tiba mengunjungi Jembatan Ponulele, sekedar untuk difoto serta mengabadikan keelokan jembatan Ponulele. Jembatan ini memang menyuguhkan pemandangan yang sangat mempesona.Dengan latar belakang pesisir pantai, Jembatan Ponulele menjadi spot foto favorit bagi warga dan warga luar kota.

Dari pagi hingga malam, Anda bisa mengagumi ikon kota Palu. Setiap ada jet lag, Jembatan Ponulele juga menawarkan keindahan yang berbeda. Jika pada pagi hari anda akan melihat keindahan kuning cerah dan eksotis, maka pada sore hari anda akan melihat indahnya lampu-lampu di jembatan tersebut.

Baca Juga : Berwisata Budaya Di Kota Yogyakarta

3. Masjid Arkam Babu Rahman

Masjid Arkam Babu Rahman
TribunnewsWiki

Bagi yang berpuasa di bulan Ramadhan, berkunjung ke masjid bisa menjadi pilihan.Anda bisa jalan-jalan sambil menunggu puasa, atau bisa beribadah di masjid yang ingin Anda kunjungi. Bagi yang tinggal di Palu atau berwisata kesini, bisa menyempatkan diri untuk menyempatkan diri mengunjungi Masjid Arkam Babu Rahman di Teluk Palu di sebelah Pantai Talise. Letaknya di kawasan Teluk Palu, Desa Lere di Palu Barat, Provinsi Sulawesi Tengah, sekitar 400 meter dari Jembatan Palu Empat.

Masjid ini menjadi daya tarik warga dan wisatawan di Palu karena keunikannya yaitu masjid terapung di Palu di Sulawesi Tengah. Tiang-tiang masjid tersebut terperangkap di laut, sehingga Masjid Arkam Babu Rahman disebut masjid terapung.

Masjid yang mampu menampung 150 hingga 200 jemaah ini memiliki keistimewaan lain yaitu kubah masjid bersinar di malam hari. Kubah ini memiliki 7 pancaran cahaya yaitu warna merah, orange, hijau, ungu, biru, pink dan putih.

Keunikannya menarik banyak orang dan wisatawan untuk beribadah masjid sambil mengagumi cahaya yang dipancarkan kubah masjid ini. Namun, ada juga wisatawan yang datang kesini hanya untuk berfoto-foto sembari menikmati Teluk Palu. Bagi yang ingin nongkrong, masjid ini bisa jadi pilihan Anda. Anda bisa menunggu sholat magrib dan puasa di masjid ini. Anda juga dapat melakukan sholat tarawih, setelah itu Anda dapat mengagumi cahaya yang mengubah warna kubah masjid ini. Jika ke Palu, jangan lupakan parade wisatawan yang beribadah di masjid terapung ini.

4. Pantai Taipa

Pantai Taipa
KSMTour.com

Pantai Pa Tsai tidak kalah dengan pantai indah lainnya di Sulawesi Tenggara. Pantai ini merupakan salah satu pantai di belakang pulau terumbu karang di Kendari, Kecamatan Rasolo, Kabupaten Konawi Utara, Sulawesi Tenggara. Pantai ini memiliki keunikan tersendiri dan terletak sekitar 65 kilometer sebelah utara Kota Kendari. Pantai ini penamaannya merupakan Taipa (mangga) karena pantai ini memiliki banyak jenis mangga.

Pantai ini terkenal dengan segala jenis mangga.Anda bisa mencicipi mangga di Pantai Tanjung Tai Tsai. Namun, tentunya saat musim mangga tiba, wajib Anda kunjungi. Di pantai ini Anda bisa menemukan berbagai jenis mangga, antara lain mangga manis, coulee, hiku atau mangga macan. Inilah mengapa pantai ini disebut Taipa, dan bahasa lokalnya adalah mangga. Pantai Tanjung Tsai yang landai memungkinkan Anda untuk berenang atau bermain air. Pantai ini juga ramai dengan kepiting yang berkeliaran di garis pantainya.

Pantai Tanjung Tai Tsai memiliki beberapa ciri khas. Selain pasir putih dan pemandangan Laut Banda yang menawan, di dekat pantai ini juga terdapat aktivitas Burung Maleo. Burung khas Sulawesi ini akan menemani Anda menghabiskan hari di Pantai Tanjung Taipa. Di pantai ini, para petualang bisa mendaki tebing dan perbukitan. Dalam perjalanan menuju puncak gunung, Anda akan menemukan gua kelelawar. Dari puncak gunung, Anda dapat melihat pemandangan pantai yang sangat indah, tidak hanya Pantai Tanjung Can Tsai, tetapi juga pantai-pantai lain di sekitarnya.

Pantai ini penuh dengan deretan pohon palem. Ada tempat peristirahatan atau pendopo di antara pepohonan palem, yang bisa Anda manfaatkan. Sambil menikmati pesona pantainya, kamu juga bisa menikmati makanan khas Pantai Tanjung Tai Tsai yaitu gogos. Tempat yang menarik juga bisa dikunjungi di sini yaitu Gua Golo Oti. Dalam bahasa daerah, Tolo ati berarti arus utama. Di dalamnya ada makam karakter bernama Lasamana. Beberapa warga Tanjung Tai Tsai masih percaya bahwa makam tersebut adalah makam yang dikeramatkan.

Jika anda berada di pantai Taipa, anda akan merasa seperti berada di pulau pribadi, karena banyak wisatawan lain yang belum mengunjungi pantai tersebut. Mungkin karena pantainya yang tersembunyi dan eksotis, sedikit yang diketahui tentang pantai ini. Jika ingin bermalam di sini, Anda bisa menyewa cottage seharga Rp per malam. 500.000, selain Pandopo, harga sewanya Rp. 100.000, cocok untuk orang yang ingin mencari tempat menginap dengan harga yang murah.

Baca Juga : Daerah Di Indonesia Ini Terkenal Dengan Penduduk Wanita Yang Cantik Cantik

5. Pantai Talise

Pantai Talise
Pegipegi

Pantai Talise merupakan pantai yang tidak jauh dari Kota Palu di Sulawesi Tengah. Atau di sepanjang Teluk Palu. Pantai Talise membentang di sepanjang Jalan Rajamoli hingga Jalan Cut Mutia di Palu di Sulawesi Tengah. Memasuki objek wisata pantai ini pun sangat mudah, murah meriah dan meriah. Pantai Talise terletak tepat di depan Teluk Palu.Pantai ini juga beraspal dengan pasir putih dan ombak tenang yang memukau. Banyak fasilitas telah didirikan di sini. Mengagumi indahnya pemandangan teluk dari Pantai Talise dengan mengendarai sepeda motor atau mobil Sangat berharap bisa menghabiskan sore hari di Pantai Talise di Palu.

Pantai Talise sendiri diambil dari sebuah kata di Ketapang. Menurut masyarakat setempat, dahulu kala banyak pohon ketapang di pantai ini. Oleh karena itu, pantai tersebut dinamai Pantai Ketapang (Pantai Ketapang). Pantai Talise merupakan tempat wisata di Sulawesi dengan panorama alam yang sangat indah. Di pantai ini, hamparan pasir putih panjang bertaburan ombak dan pegunungan yang tenang, begitu memabukkan sehingga wisatawan dimanjakan dengan keindahan panorama. Selain memiliki panorama alam yang sangat indah, pantai ini juga sangat cocok untuk sarana olah raga seperti berenang, menyelam, memancing, sky water, selancar angin, menyaksikan sunset di penghujung hari, dll.

Letaknya yang dekat dengan pusat kota membuat pantai ini menarik banyak pendatang dan penduduk lokal. Karena cuaca di Palu biasanya sangat panas dan angin sangat bertiup, tidak cocok untuk dikunjungi pada siang hari. Pemandangan indah di pantai Talise saat matahari terbit. Pantai yang cocok dikunjungi saat sore menjelang matahari terbenam ini juga menawarkan makanan ringan dan minuman, antara lain pisang goreng, pisang epper, jagung, teh / kopi, dan salabar.

Saat malam hari, lampu warna-warni di perahu nelayan layar, hembusan angin dan berbagai sajian kuliner tradisional Palu akan dimanjakan oleh wisatawan. Di antara berbagai makanan yang dijual di Pantai Talise adalah pisang epek, sarabba, pisang goreng, jagung bakar, dll. Maka dari itu, tak heran jika banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Pantai Talise pada malam dan sore hari. Selain itu, jika pantai ramai pada hari Minggu, terutama pada Minggu pagi.

Jika anda mencari tempat wisata yang murah dan nyaman, Pantai Talis bisa menjadi pilihan yang ideal, karena selain tidak membutuhkan biaya yang mahal, juga sangat mudah untuk dikunjungi. Pantai ini terletak di tengah kota, dan jalan menuju pantai sudah diaspal.

6. Danau Tambing

Danau Tambing
Tribun Timur – Tribunnews.com

Tak hanya pantainya, Donggala juga memiliki telaga alam yang indah. Jika Anda berkesempatan mengunjungi Taman Nasional Pulau Lindu, maka jangan lewatkan Danau Tambin. Pemandangan yang ditawarkan Danau Tambing sangat indah, bahkan danau ini memiliki lokasi hutan lokal yang di dalamnya terdapat flora dan fauna yang melimpah.

Saat mengunjungi Danau Tambing, Anda akan merasa berada di lingkungan yang tenang dan asri. Anda bahkan bisa mendengar suara kicau burung yang unik di Sulawesi yang sangat merdu. Tak heran jika wisatawan sering mengunjungi Danau Tambing hanya untuk menikmati keindahannya atau berkemah.

Danau Tambing memiliki fasilitas yang sangat lengkap, sehingga para pelancong yang ingin menginap akan lebih nyaman membangun tenda di sini. Tak hanya itu, Anda juga bisa memancing dan menyewa berbagai perlengkapan berkemah lainnya. Jangan lupa bawa kamera andalan Anda dan abadikan setiap momen Anda berada di Danau Tambing.

7. Sumur Raksasa Alami

Sumur Raksasa Alami
Liputan6.com

Jika dulu kita berenang dan menikmati segarnya air pantai atau danau, kini kita bisa berenang dengan suasana yang berbeda. Sumur alam raksasa ini sering menjadi tujuan warga Donggala dan wisatawan dari luar kota atau pulau. Warga setempat pun menamakan diri Pusentasi, yang berasal dari bahasa Kaili yang artinya laut.

Sumur raksasa alami memiliki keindahan dan kesegaran air biru jernih yang membuat pengunjung selalu terkesima dan takjub akan keindahannya. Ciri unik lain dari sumur minyak raksasa ini adalah banyak yang mengatakan bahwa di dasar sumur terdapat terowongan yang menghubungkan sumur dengan laut lepas.

Selain perasaan berenang di sumur besar, wisatawan juga tertarik dengan air tawar dan air tawar. Jika ingin merasakan kesegaran sumur raksasa alam sendiri, pergilah ke Dusun Simbe di Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah. Janganlah lupa buat selalu melindungi kelestarian serta keelokan sumure alam besar ini.